Medan – Upaya meningkatkan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus (DM) terus dilakukan melalui berbagai inovasi pangan sehat. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Program Magang Gizi Institusi (Caesarilda Nurfitriansyah, Balqis Maulida, Rizky, Hafizhah Husna) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melalui pengembangan dimsum ayam jantung pisang sebagai alternatif makanan selingan tinggi serat dan protein.
Inovasi tersebut dipresentasikan dalam kegiatan Seminar Hasil Magang Gizi Institusi pada Senin (2/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu gizi dalam pengembangan produk pangan yang tidak hanya memiliki cita rasa menarik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya penderita Diabetes Melitus.
Diabetes Melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah sehingga memerlukan pengaturan pola makan secara tepat. Pemilihan makanan selingan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengelolaan asupan gizi sehari-hari.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa magang gizi mengembangkan inovasi dimsum ayam dengan memanfaatkan jantung pisang sebagai bahan substitusi. Bahan pangan ini dipilih karena memiliki kandungan serat pangan dan senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung pola makan sehat bagi penderita Diabetes Melitus.
Selain jantung pisang, produk dimsum ini menggunakan daging ayam sebagai sumber protein hewani, putih telur sebagai sumber protein sekaligus pengikat adonan, serta tepung tapioka dalam jumlah terukur untuk menghasilkan tekstur yang sesuai.
Penggunaan bahan-bahan tersebut diharapkan dapat menghasilkan makanan selingan yang memiliki kandungan serat dan protein, sekaligus menjadi alternatif camilan yang lebih bervariasi bagi penderita Diabetes Melitus.
Dimsum Ayam Jantung Pisang, Inovasi Pangan dengan Bahan Sederhana
Proses pembuatan dimsum diawali dengan merebus jantung pisang hingga empuk, kemudian meniriskan dan mencincangnya hingga halus. Selanjutnya, jantung pisang dicampurkan dengan daging ayam giling, putih telur, tepung tapioka, bawang putih, minyak wijen, serta bumbu alami lainnya.
Adonan yang telah tercampur rata kemudian dibentuk menggunakan kulit pangsit dan dikukus hingga matang sempurna. Dimsum disajikan dalam keadaan hangat dengan saus tomat alami sebagai pelengkap.
Pemanfaatan bumbu alami menjadi salah satu perhatian dalam formulasi produk ini. Bawang putih, lada, dan bahan lainnya digunakan untuk memberikan cita rasa gurih dan aroma khas tanpa tambahan gula maupun penyedap rasa berlebih.
Melalui formulasi tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan produk makanan selingan yang tetap memperhatikan aspek rasa, tekstur, serta kandungan zat gizi.
Jantung Pisang Dipilih karena Kandungan Serat dan Antioksidannya
Pemilihan jantung pisang sebagai bahan substitusi dalam pembuatan dimsum bukan tanpa alasan. Jantung pisang merupakan bahan pangan yang mengandung serat pangan, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Salah satu zat gizi yang menjadi perhatian adalah serat pangan. Serat berperan dalam memperlambat proses pencernaan dan penyerapan zat gizi tertentu, termasuk karbohidrat. Kondisi ini dapat membantu memperlambat kenaikan kadar glukosa darah setelah makan, terutama apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Selain itu, serat pangan juga dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan mendukung kesehatan saluran pencernaan. Manfaat tersebut menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan jantung pisang sebagai bahan makanan selingan bagi penderita Diabetes Melitus.
Jantung pisang juga mengandung senyawa antioksidan alami, seperti polifenol dan flavonoid. Senyawa ini berperan dalam membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas.
Stres oksidatif diketahui berkaitan dengan gangguan metabolisme dan perkembangan komplikasi Diabetes Melitus. Oleh karena itu, konsumsi bahan pangan yang mengandung antioksidan menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung pola makan sehat.
Selain serat dan antioksidan, jantung pisang juga mengandung sejumlah mineral, seperti kalium, yang berperan dalam membantu menjaga fungsi otot dan keseimbangan cairan tubuh. Kandungan kalium menjadi salah satu nilai tambah dari pemanfaatan jantung pisang dalam produk pangan.
Melalui pemanfaatan bahan pangan tersebut, mahasiswa berharap dapat menghadirkan inovasi makanan selingan yang tidak hanya memiliki nilai gizi, tetapi juga meningkatkan variasi konsumsi pangan berserat bagi penderita Diabetes Melitus.
Meskipun demikian, jantung pisang bukanlah obat untuk Diabetes Melitus. Pemanfaatannya dalam produk dimsum diharapkan menjadi bagian dari pola makan sehat dengan tetap memperhatikan jumlah porsi, kandungan karbohidrat, serta kebutuhan gizi masing-masing individu.
Kandungan Gizi Dimsum Ayam Jantung Pisang per Porsi
Dimsum ayam jantung pisang dikembangkan sebagai makanan selingan dengan memperhatikan keseimbangan kandungan zat gizi, terutama serat dan protein.
Berdasarkan formulasi dalam pengembangan produk, satu porsi dimsum terdiri atas tiga buah dengan berat sekitar 75 gram. Kandungan zat gizi dalam produk berasal dari kombinasi jantung pisang, daging ayam, putih telur, tepung tapioka, kulit pangsit, minyak wijen, dan bahan tambahan lainnya.
Berikut merupakan komponen zat gizi yang terdapat dalam satu porsi dimsum ayam jantung pisang:
Kandungan zat gizi dan Sumber utamanya
-Energi: Ayam, kulit pangsit, tepung tapioka (Mendukung kebutuhan energi tubuh)
-Protein: Daging ayam dan putih telur )Membantu mempertahankan massa otot dan mendukung metabolisme
-Karbohidrat: Kulit pangsit dan tepung tapioka (Sumber energi yang perlu diperhatikan jumlah konsumsinya)
-Serat pangan: Jantung pisang (Membantu memperlambat penyerapan glukosa dan meningkatkan rasa kenyang)
-Lemak: Daging ayam dan minyak wijen (Mendukung fungsi tubuh dan membantu penyerapan vitamin larut lemak)
-Antioksidan: Jantung pisang dan bawang putih (Membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif)
Kandungan serat dan protein menjadi salah satu keunggulan yang ingin ditonjolkan dalam pengembangan produk ini. Serat berasal dari jantung pisang, sedangkan protein terutama berasal dari daging ayam dan putih telur.
Kombinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan makanan selingan yang lebih mengenyangkan dan mendukung pengaturan pola makan penderita Diabetes Melitus.
Namun, jumlah energi, protein, karbohidrat, lemak, dan serat dalam satu porsi perlu dihitung berdasarkan berat masing-masing bahan yang digunakan serta berat akhir produk. Perhitungan tersebut diperlukan agar informasi kandungan gizi yang disampaikan kepada masyarakat lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Uji Organoleptik untuk Menilai Penerimaan Produk
Dalam pengembangan produk, mahasiswa juga melakukan uji organoleptik terhadap dimsum ayam jantung pisang dengan melibatkan 25 orang panelis.
Pengujian ini dilakukan untuk menilai karakteristik sensori produk, termasuk rasa dan tekstur, sebagai bagian dari evaluasi pengembangan makanan selingan.
Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk agar inovasi pangan yang dihasilkan tidak hanya memperhatikan kandungan gizi, tetapi juga memiliki karakteristik yang dapat diterima oleh konsumen.
Alternatif Camilan Sehat dengan Harga Terjangkau
Selain memperhatikan kandungan gizi dan penerimaan produk, inovasi dimsum ayam jantung pisang juga mempertimbangkan aspek ekonomi.
Berdasarkan estimasi biaya bahan baku dalam formulasi, total biaya produksi mencapai Rp248.000 untuk 100 buah dimsum, dengan harga pokok produksi sekitar Rp2.480 per buah.
Sementara itu, estimasi biaya untuk satu porsi berisi tiga buah dimsum atau sekitar 75 gram mencapai Rp7.440. Perhitungan ini menunjukkan potensi produk sebagai alternatif makanan selingan yang dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan keterjangkauan biaya.
Dukung Pengembangan Pangan Sehat bagi Penderita Diabetes
Melalui inovasi ini, mahasiswa Program Magang Gizi Institusi UINSU berharap dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan makanan selingan yang lebih sehat dan sesuai dengan kebutuhan gizi penderita Diabetes Melitus.
Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti jantung pisang juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan variasi produk pangan bergizi sekaligus mendorong kreativitas dalam pengembangan makanan berbasis ilmu gizi.
Inovasi dimsum ayam jantung pisang diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan makanan selingan yang mendukung penerapan pola makan sehat. Ke depannya, pengembangan produk pangan serupa diharapkan terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa gizi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui inovasi pangan yang bergizi, menarik, dan terjangkau.
